Reproduksi dan Embriologi

Jumat, 08 Februari 2013



A.    Pengertian
Reproduksi adalah naluri setiap organisme untuk beranak-pinak, dan suatu usaha untuk mempethankan keturunan dari suatu individu, sedangkan Embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang embrio, nama lain dari embrio yaitu mudigah yang merupakan makhluk yang sedang tumbuh dalam kandungan. Kandungan itu sedniri terdapat di dalam tubuh induk maupun di luar tubuh induk (dalam telur). Makhluk pada awalnya terdiri dari satu sel dan bergatung pada parent yang terdiri dari banyak sel dan terdiri dari beberapa jaringan dan alat yang kompleks dan dapat beridiri sendiri serta bereproduksi. Di dalam pertumbuhan terdiri dari dua fase, yaitu:
1.      Fase parental, yaitu pertumbuhan sejak telur matang sampai dan dibuahi sampai matang.
2.      Fase postnatal, yaitu pertumbuhan sejak lahir sampai dewasa.
Reproduksi sendiri terdiri dari tujuh tahapan
yang akan dibahas sebagai berikut:
1.      Masa persiapan
Pda masa ini hewan akan mempersiapkan diri untuk bereproduksi, terutama pada alat reproduksinya. Gamet dimatangkan dan disalurkan ke tempat pemuahan, dan bagi hewan yang berada di daerah dingin akan berpindah ke tempat yang tropis agar alat reproduksinya berfungsi secara normal.
2.      Masa kawin
Pada tahapan ini adalah masa pelaksanaan reproduksi, dimana hewan jantan dan betina bertemu dan melakukan perkawinan, masing-masing hewan memiliki cara yang berbeda untuk memikat pasangannya, ada yang dilakukan oleh betina ada pula yang dilakukan oleh jantannya, ada yang dilksanakan pada malam hari ada pula yang di siang hari.
3.      Masa pembuahan
Masa pembuahan ada masa setelah hewan melakukan perkawinan, spermatozoa akan mengalir ke tempat pembuahan, begitu juga dengan ovum, lalu kedua gamet tersebut mengeluarkan zat yang berfungsi untuk mempertemukan mereka, setelah itu spermatozoa mengeluarkan zat lain untuk melepaskan selapun ovum sehingga dapat menerobos masuk.
4.      Masa pertumbuhan dalam kandungan
Apabila ovum dibuahi maka akan turun ke rahim lalu mengalami pertumbuhan di sana, sedangkan pada hewan yang bertelur atau ovipar ditelurkan, dan ovum itu dilindungi oleh selaput tebal dan keras.
5.      Kelahiran
Pada tahapan kelahiran ini ada beberapa macam yang terjadi pada setiap hewan, adayang langsung mampu berdiri sendiri, ada yang langsung mampu mencari makan sendiri, ada yang masih bergantung kepada asuhan parent, yang yang dalam keadaan larva sebelum berubah menjadi dewasa dan mengalami metamorfosis
6.      Masa pertumbuhan anak
7.      Masa dewasa

B.     Penerapan Embriologi
Embriologi pada penerapannya harus memecahkan beberapa masalah biologi dan terapannya, yaitu
a.       Taksonomi, dengan memperhatikan pertumbuhan embrionya suatu hewan akan sangat mudah untuk diklasifikasikan, hal ini sangat membantu dalam mengklasifikasikan makhluk hidup meskipun sangat kompleks.
b.      Memecahkan masalah anatomi manusia, apabila kita perhatikan pada kelahiran manusia, tidak semuanya melahirkan bayi yang normal, banyak pula ditemukan bayi yang lahir dalam keadaan tidak normal yaitu memiliki kelainan seperti kemabar syiam, bibir sumbing, adanya ekor pada bayi, dan banyak lagi, sebetulnya hal ini bisa dipelajari dengan embriologi.
c.       Sebagai dasar untuk ilmu terapan biologi, yaitu kedokteran, kedokteran hewan dan peternakan.
d.      Untuk belajar kebidanan dan penyakit kandungan.
e.       Mencegah penerapan kontrasepsi modern yang bertentangan atau membahayakan bagi embrio.
f.       Untuk belajar dan bergerak dalam bidang ilmu bedah.
g.      Inseminasi, yaitu penyuntikan mani ke dalam rahim induk.
h.      Penerapan embrio yang berkembang mutakhir di setiap tahun.
i.        Pemannfaatan embriologi di bidang kedokteran penelitian tabiat kanker yang berkembang pesat.

C.     Teori pertumbuhan
Di dalam embriologi ada dua teori pertumbuhan yang dikenal, yaitu teori preformasi dan teori epigenesis.
1.      Teori preformasi
Teori ini menyatakan bahwa berbagai bagian embrio sudah ada dalam telur dalam keadaan sempurna, jadi suatu makhluk hidup sudah memiliki bentuk yang sempurna dalam ukuran yang sangat kecil dan kemudian berkembang menjadi besar, teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Marcello Malphigi, kemudian teori ini berkembang menjadi dua aliran yaitu aliran ovulisme dan aliran animalculisme. Sebetulnya Aristoteles yang hidupnya jauh sebelum teori preformasi muncul, sudah lebih maju dari malphigi bahkan agak memenuhi teori modern. Teori preformasi ini tidak diakui oleh pengetahuan modern, karena tidak ditemukan bukti yang kuat.
2.      Teori Epigenesis
Yang mengemukakan teori ini adalah Caspar Friedrich wolff (1733-1794), teori ini bertentangan dengan teori preformasi bahwa tidak ada miniatur alat-alat, melainkan alat-alat yang terdapat dalam makhluk hidup itu tumbuh secara berangsur.
D.    Periode Pertumbuhan Embrio
Periode pertumbuhan ini terdiri dari lima periode, yaitu:
1.      Periode persiapan, pada tahap ini kedua parent disiapkan untuk melakukan perkawinan, sehingga gamet mengalami pematangan dan mampu mengalami pembuahan.
2.      Periode pembuahan, setelah parent mengalami perkawinan maka gamet menuju ke tempat pembuahan.
3.      Periode pertumbuhan awal, zigot mengalami pembelahan berulang kali sampai saat embrio memiliki bentuk primitif
4.      Peride antara, perantara periode awal dan akhir sampai pada akhirnya mencapai bentuk definitif.periode pertumbuhan akhir, yaitu pertumbuhan penyempurnaan bentuk definitif sampai kelahiran.

Referensi
Yatim, Wildan. (1994). Reproduksi & Embryologi. Bandung: Tarsito.

0 komentar:

Posting Komentar

Categories

Blog Archive